Berikut beberapa info yang saya dapet:
Kasus Pertama, Chili
Seorang remaja berusia 16 tahun asal Brasil dilaporkan meninggal dunia
akibat kebanyakan melakukan masturbasi. Demikian dilansir Daily Chili,
awal pekan ini.
Ia dikabarkan melakukan masturbasi sebanyak 40 kali sepanjang malam, pada bulan lalu, dan ditemukan meninggal pada pagi hari oleh sang ibu.
Si ibu berencana membawa putranya ke pengobatan kecanduan seks namun
terlambat. Seorang teman kelas si bocah yang namanya dirahasiakan itu
mengatakan sang teman kecanduan seks dan suka melihat tubuh perempuan
dalam segala bentuk dan umur.
Ia juga bahkan meminta temannya menonton dirinya melakukan masturbasi
melalui kamera. Di kamar remaja itu ditemukan tumpukan majalah
pornografi. Bahkan, terdapat kumpulan gambar-gambar erotis dan film juga
ditemukan di komputernya.
Kasus Kedua, Jepang
Seorang siswa SMA yang tinggal di prefektur Miyagi, Jepang, ditemukan
tewas dalam keadaan setengah telanjang di kamarnya sendiri. Menurut
diagnosa rumah sakit, saking nikmatnya mengeluarkan banyak sperma dari
kantung testisnya, sampai pingsan dan terkena serangan jantung.
Hasil otopsi menunjukkan pada hari itu pria tersebut telah melakukan
masturbasi berkali-kali, dimana pengeluaran hormon seks secara
berlebihan yang dituding sebagai penyebab kematiannya yang mendadak.
Menurut medis pengeluaran hormon seks secara berlebihan umumnya disebut
"techno break".
Kematian akibat techno break dari tahun ke tahun cenderung meningkat.
Pada tahun 1997, 0.01% dari remaja berusia 12-16 tahun mengalaminya.
Sedangkan tahun ini sudah mencapai 0.3%. Meskipun tidak begitu dikenal,
di distrik 23, Tokyo saja, dalam satu tahun terjadi 20-30 kasus. Di
skala nasional diperkirakan ada 200-300 kasus.
Jadi, bagaimana seseorang bisa meninggal akibat masturbasi?
Sebenarnya bukan masturbasinya yang menyebabkan kematian, namun latar
belakang orang tersebut seperti penyakit kronis, umur serta kenikmatan
seksual yang dituding sebagai penyebabnya. Kesimpulannya, orang yang
berumur lanjut, orang yang mempunyai riwayat penyakit otak dan/atau
jantung, orang yang bertekanan darah tinggi, mereka termasuk dalam
kategori rawan. Bahkan yang merasa sehat namun tidak menyadari ada
penyakit kronis dalam tubuhnya juga bisa mengalami kematian mendadak
saat sedang melakukan masturbasi.
Khususnya bagi pria, saat ejakulasi dengan gerakan-gerakan yang
berlebihan dapat menimbulkan beban yang berat bagi jantung. Oleh karena
itu mari kita berhati-hati dalam melakukan masturbasi.
Semoga Bermanpaat...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar